apartment
torehan ku di dunia maya, menjadi corong untuk meneriakkan pemikiran ku dalam untaian kata-kata
Monday, August 09, 2010
Fresh Start
Thursday, July 31, 2008
Money

Ditemani oleh secangkir kopi dan sebatang rokok Salem Lights, sore itu aku sedang berselancar di dunia maya, ketika seorang teman (yang gak terlalu akrab), tiba-tiba ngajak ngobrol.
Berbual satu- dua kata, mendadak sang kawan bercerita kalau kontrak nya tidak di perpanjang lagi dan akan berakhir November ini.
Keputusan ini langsung dari manajemen, sampai supervisor sang kawan tidak dapat berbuat apa-apa.
perbincangan kami pun berkembang, ketika dia tiba-tiba bercerita kalau gaji nya RM 1,000. Kemudian dia bercerita lagi tentang pengeluaran nya:
- Rm 500 untuk cicilan mobil
- RM 200 untuk fuel
- RM 100 untuk sewa apartment (dia share ama 3 temennya).
so that's is RM 300 left to life in one month. Or simple nya RM 10 per day. Average meal di kantin kantor sekitar RM 5/meal.
sang kawan terkadang dapat lemburan sekitar RM200 perbulan, yang digunakan untuk voucher HP atau beli daily consumables.
Walaupun setipis ini pun, dia mengaku tidak pernah meminta uang kepada orangtua nya.
Jadi teringat dengan teman di Jakarta, yang memiliki 8 kartu kredit, dan 8-8 an nya sudah overlimit....
Mengerti dengan kondisi KL, orang memang seakan terpaksa memiliki kendaraan/mobil. Cuman aku sih belum pernah masuk dalam posisi dimana hutang equal dengan 50% dari penghasilan.
Saat ini kalau aku boleh rekap, kondisi finansial ku pun sedang babak belur, setelah kami membeli rumah secara cash (actually dengan hutang 200jt ama mami gue).
At the moment, dana yang tersedia untuk membayar hutang ke mamak cuman Rp 60 jt, or kalau gue jual EURO gue, dapat additional 25 jt. still 115 juta to go. Dan sebelum Oktober aku mesti kembalikan uang itu....sigh....
115 jt...where should I find you.
Thursday, May 22, 2008
Moving
Benci, bosen, muak duduk mulu di kantor, pengen nya travelling atau jalan keluar dikit ganti suasana kantor. Travel nya kalau bisa jangan cuman di dalam kota, tapi pengen nya keluar kota.
Bosen ama rutinitas, bangun pagi, ngantor, hadapin orang2 yg gak cooperative at all, bosen pokoke.
Di sisi yang laen, bagi orang-orang yang kerja di lapangan…
Capek. Pengen tidur lebih panjang, pengen punya aktivitas laen, bisa ke mall atau ngapain..pengen kerja 8 hours a week, pengen punya weekends atau nonton dan ketemuan temen2 after work.
Well, bisa di bilang gue termasuk orang yg beruntung. Bisa kerja di bidang yang menghendaki gue bekerja di 2 dunia… belakang meja dan di lapangan.
Tapi mungkin karena manusia itu gak pernah puas, jadi nya ya, setelah 5 bulan di lapangan, bekerja 1 bulan menjadi pegawai kantoran itu ternyata belum puas…..
This weekend will be my last weekend in KL.
Time to pack my luggage bag again.
Sigh............
Friday, May 02, 2008
Punya anak
Kenapa menunggu 6 bulan ?...alasan nya dulu sih, si dia ingin nya menikmati masa-masa berdua saja. cuman karena alasan pekerjaan gue, kalau di hitung-hitung, dari 6 bulan pernikahan ini, gue dan dia cuman bersama sekitar 6 minggu.
Sesuai dengan personality dia yg near perfeksionis, tulisan2 di web pun mulai di santap, dan akhir nya aku pun mulai kebawa juga nyari2 referensi...
What She Found (trying to conceive):
- Mesti minum calcium & asam folat biar kandungan nya kuat, and baby nya pinter
- Separation between 2 ML is 48 hours, to allow the sperm to be "mature"
- Gak boleh pake tight jeans, no hot water for shower & bath, no laptop on my lap
- I should start eating a lot of veggie and beans/seed to increase folat acid within me
What I found:
- In order to get a baby boy, I should eat a lot of red meat.
Aaha, I like what I found.
Saturday, November 24, 2007
Antri
I am an Indonesian, born and breed in Indonesia where eventually posses all Indonesian typical behaviour. Indonesian behaviour, hmm where do I start ?. Never use proper crossing area when crossing a street, never able to understand when there’s a green light on a junction it means you are NOT allowed to cross it, or practice bumper to bumper driving skill, or hmm the nearest trash bin is the location where you feel like it.
But there’s something that funny that I found on a particular behaviour, that we always practice it when we are in overseas and suddenly drop it when the plane landed in Airport.
That is queue behaviour.
It is time wasting practice but this a fair and proper way to do things. I see Indonesian queue patiently while waiting for imigration clearance or waiting the luggage to be scanned by the scanning machine. But that is when they are in Singapore or Malaysia or any other country.
Good practice, and I tend to believe they do it because they have to. This another playgroudn not like in Indonesia.
I feel like wramth covering me, when I enter the imigration process in Indonesia. Some middle ages women, just simply cutting the lines, something I cant held my anger, and I shout to them to move there.. Can they see that there’s 50 people they want to cut and this 50 people were already waited for like half an hour ?.
Another things happen when I queue for my luggage to be scanned, the line was long and I think it was around 50 meter line. When suddenly out of the blue, this family (father, wife and their two small children), just cut the line behind me of me. The lady they plan to ambush just keep quite.
“ Excuse me, can you see there’s a line of queueing here? Take the queue like everybody else ?” I said.
“ Why are you complaining ? We are not cutting your line? “ innocently the father response.
That’s it, I had enough of this.
“ Cant you these people are queueing and you just strolled in cutting the line?, Why you can queue in another people country and not do it in here? What makes you think that you have priviliges to step ahead other people rights ?”
I said loud to the guy face.
“ Yeach..yeach…queue man…” a large boo coming from people behind me.
The father looks redfaced while his children were looking up to him. Finally he move the last line. I knew he felt embarrased when this happen in front of his children, but it should never be happen in the first place if he willing to do it right from the start. Beside, cutting a line, is it a kind of behaviour that you demonstrate and presumably expect to be followed by your children ?
Sigh…another angry blog that I made.
Shoes

Ok, aku harap ini satu-satu nya posting gue yang membahas soal sepatu wanita.
Ada fenomena menarik yang gue lihat minimal di kalangan wanita Indonesia, atau Jakarta ya ?, yang tergila-gila dengan sepatu vincci. Ada temen dari kantor jakarta, yang sudah hampir 1 bulan di KL, dan tidak jalan kemana-mana, dan begitu ngajak gue jalan minta langsung di ajak ke counter vincci. Oh ok I thought, mungkin ada sepatu yang di inginkan ama temen ini.
But no, aku salah besar. Kata yang tepat untuk menggambarkan temen ini, adalah maniak vincci ?, gimana enggak, begitu keluar dari gerai vincci (setelah basically cuekin gue selama 1.5 jam-gue sempet2nya makan, jalan2, nyoba2 baju baru, nanya-nanya henpon etc), sang temen dengan muka cerah dan bangga, keluar sambil menenteng 4 (yes, EMPAT !!) pasang sepatu vincci.
OK, maybe I have a weird friend here.
Tapi seminggu kemudian, mbak "L", mengemail gue, lengkap dengan foto-foto details dan ukuran sepatunya dia, meminta gue yg kebetulan lagi mau pulang balik ke jakarta untuk membelikan dia 3 pasang sepatu vincci lagi.
Tapi ini bukan alasan gue nulis blog ini.
Alasan utamanya adalah, aku barusan ketemu ama 3 orang cewek (gue rasa either thailand atau filipino), yang masing-masing membawa 3 pair sepatu vincci.
Hmmmm,.......
Let me count how many shoes I have:
1 pasang sepatu resmi ngantor
1 pasang sepatu kasual
2 pasang sepatu sport
1 pasang sepatu safety.
5 pair of shoes selama 2 tahun. And these girls just bought 3 pairs in just a single visit to the store.....
Woman are really coming from Venus.
Friday, November 23, 2007
Makan Enak di Bali
1. Warung Babi
Dengan menu andalan Babi Guling (mungkin karena kalau kambing guling gampang, tinggal ke kawinan orang2 ajah), Warung Ibu Oka ini bener-bener mesti coba kalau ke bali. Pesan menu special (berisi sepiring nasi yg di atas nya di kasih babi guling, kulit babi guling, sosis bali- gue rasa isinya kaya dalaman bali-, sayur nangka atau lawar) dan segelas es jeruk, bener-bener pilihan yang tepat di siang-siang yang panas. Rasa nya...bener sedap dap dap !!.
Suasana warung nya sendiri sih emang buat makan doang, bukan
Lokasi warung babi guling ini ada di pusat ubud, di deket pura utama gitu. Tanya ama orang2 ajah deh how to get there.
Harga terjangkau, sekitar 30 ribuan per orang.
2. Bebek Bengil-Ubud.
Menu favorit disini adalah bebek goreng, yang enggak tahu cara masaknya cuman rasanya renyah dan gurih banget gitu. Terus sambel nya juga pas banget untuk di aduin ama bebek nya.
Porsinya juga cukupan dan bisa di makan ama seorang
Cuman iga babi nya bener-bener mesti di cobain. Bumbu dan cara masaknya bener-bener pas dan rasa nya bener-bener nikmat.
Kondisi restoran nya pun okay, terletak di pinggir jalan dengan latar belakang sawah-sawah yang menghijau dan di hiasi oleh bebek-bebek yang kadang berkeliaran ( kemungkinan sih korban dapur bebek bengil yang berhasil kabur hehehe).
3. Jazz Cafe -Ubud.
Makanan disini sih biasa banget, dengan menu di beratin ke makanan barat. Cuman suasananya enak ajah, soalnya ada musik jazz gitu malam-malam yang enak di dengerin di tengah keheningan ubud.
4. Bali Tekor - Seminyak
Ini terletak di jalan double six, seaside view. Aku awal sih mikirnya mahal banget bakalan tempat ini, cuman ternyata enggak. Mesti nyobain makanan laut nya, dengan spesialisasi di ikan tekor (masak bumbu bali), rasa nya bener- bener sedap gitu. Makanan nya barat nya juga gak kalah sedap nya.
Oh iya, deket situ, biasanya ada orang-orang yang pake motor terus jualan buku-buku bekas barat gitu. Lumayan murah sekitar 30-50 rebu gitu. Inget mesti nawar ampe 50pct, terus kabur ajah kalau dia gak mau.
5. Nyoman beer garden
Ada tulisan gitu di menu, kalau resto ini merupakan jaring restoran yang didirikan oleh koki jerman yang udah jalan2 keliling dunia, dan akhirnya bosan dan buka restoran sendiri di bali.
Hmm... seluruh resto yang gue sebut di atas sih, bisa liat lokasi nya kalau kamu beli lonely planet bali & lombok.
Nikah
Mengenal seseorang selama 10 tahun dan berpacaran dengan dia selama 3 tahun, terkadang membuat kita yakin bahwa kita kenal orang tersebut luar dalam dan bagaimana sikap kita terhadap dia.
Namun menikah dengan dia, membuat perasaan ku terasa berubah. Cara memandang nya dia pun terasa berbeda, rasanya dia sebuah harta yang mesti aku sayangin dan mesti aku lindungin, dan terutama mesti aku bahagiakan.
Hampir 10 hari bulanmadu, dan raut muka yang tenang-tenang saja sewaktu melepas dia di Bandara, perasaan ku terasa ada yang hilang begitu aku pulang ke apartment dan tidak menemukan dia kamar tidur...tidak menemukan dia dikamar mandi, atau menemukan dia di dapur. Ada yang hilang, ada yang lepas ada kenyamanan yang hilang.
Hmmm...how I miss you darling
The Wedding Vow
(I believe the latter gave 90 pct contribution).
Hemm, let me write down my wedding vow here ( I was planning to memorize at the church)"
Saya XXXXXXXXXXXX,
menyambut engkau YYYYYYYYYYY sebagai istri ku.
Saya akan tetap mengasihi engkau dengan setia, dan tidak meninggalkan engkau dalam suka dan duka, untung dan malang, dan segala sesuatu yang akan datang demi pengasihan Tuhan Yesus Kristus, selama Allah memberi hidup kepada kita bersama.
and my words for the wedding ring occasion:
YYYYYYYYYYYYY, cincin ini kuberikan kepadamu sebagai tanda cinta kasih dan kesetian ku.
---> Honey, please trust me that I put a lot of effort on memorizing this, so please forgive me if I make mistake during the showtime.
Yes, a lot of effort, please check with Jimmy, my mom, my neighbour, my auntie and all the people that I shook their hands re acting the "wedding hand shake"
A Point of No Return
What is the meaning of marriage to you ?
To be honest, even in the couple weeks before the wedding day, I never really think about this. I mean about the meaning of marriage.
So, I answered her question, with the thing that I always thought of marriage :
" It means responsibility ".
One word that for me capture all. Having a family for me, means that I have a responsibility, just a pilot driving an airplane. I need to ensure what ever neccessary to ensure that the plane reach the destination, as comfy as possible journey, with if God allowed, only experiencing minor turbulences.
Being selfish and sometimes not even take care of my self, now I have a responsibility..to my family.
Or in the more honest way, it was just me being spontaneous.
Then she smiled, and said:
" For me, marriage means Point of No Return"
"Hehh ?""
" Ya, marriage means you cant go back and reverse the whole thing, or you can not simply escape from it and choose another path".
Hmm.....
Knowing that she was a systematic and near perfectionist behaviour, I suddenly realize, that it took her a lot of consideration to step into point of no return, having no firm assurance that the journey ahead will make her happier than she was today.
Specially, that journey will be with me.
Thursday, November 08, 2007
Karaoke in KL
One of the fun things in travelling, that you may encounter something unique something you can not find in your own home town.
Which is in my case Kuala Lumpur.
No...no I am not talking about taking picture of KLCC like bunch of "orang kampung", but more the unique experience when you are trying to mingle with the local society. This what interest me most.
So, it was Saturday nite, I have put on my newest Shirt and spray the my newest parfum....Yes..Single and ready to Mingle.
I and the boys decide heading up to Redbox, a family type karaoke in the heart of Bukit Bintang.
the place was cozy and located in the basement 2 at Low Yat plaza.
It cost us 42 RM for each person to get a 3.5 hours session there, with spacious room and interactive screen. Bit different with Jakarta, as in Jakarta the karaoke charge us on the room occupancy not on how many person enters the room.
" lesson learnt no. 41: some cost simply can not be shared".
Anyho, we start singing like bunch of 20 years old kids, fighting over the computer screen. Much to our expectation this karaoke indeed provide Indonesian songs, and well it is not too update, but hey it is KL not Jakarta.
When we start scrolling over the male singer name ( interestingly, the tv not only provide the name but also the picture of the singer)...
Look very enlighting untill a face of young chinesse guys labelled Utha Likumahuwa comes to screen....
Gee... I thought they only stole our "Rasa Sayange" but apparently...even the face of Utha Likumahuwa... Good Luck Utha !.
Lesson Learn # 43 : " Please consider to submit a copyright patent of my face and my name, some guy may use for something funny here"
Finally the clock was ticking to 00.30 am and we were called by reseptionist informing that the free supper are now available..
Free Supper ?...In Karaoke ?.. Hmm, if you think that the food is suck,well they totally not bad.